Identifikasi
teks 2 “ASEAN”
Mencari
Konjungsi
|
No.
|
Paragraf
|
Identifikasi
Teks
|
Konjungsi
|
|
1.
|
I
|
·
Sebelum terbentuknya ASEAN pada 1967, beberapa negara di Asia
Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk membentuk kerja
sama regional di kawasan ini, seperti ASA (Association of
Southeast Asia), Maphilindo (Malaya, Philipina, Indonesia), dan
SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization), maupun
dengan negara di luar kawasan ini, seperti SEATO (South
East Asia Treaty Organization) dan ASPAC (Asia and Pacific Council).
·
Komunikasi antara negara Asia
Tenggara dengan negara di luar kawasan tersebut telah berkembang dalam
ECAFE (Economic Commission for Asia and the Far East), Colombo Plan, dan
KAA (Konferensi Asia Afrika).
|
-
sebelum
-
pada
-
telah
-
untuk
-
seperti
-
dan
-
maupun
-
dengan
-
dalam
|
|
2.
|
II
|
·
ECAFE dibentuk pada
28 Mei 1947 yang kemudian diubah menjadi ESCAP
(Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), yaitu
badan khusus PBB yang banyak memberikan inspirasi bagi pertumbuhan kerja
sama regional di Asia Tenggara.
|
-
pada
-
kemudian
-
yang
-
bagi
|
|
3.
|
III
|
·
Colombo Plan, yang terbentuk pada
1950 dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di Asia Selatan dan
Asia Tenggara.
·
Akan tetapi, keanggotaannya tidak berasal dari suatu kawasan
tertentu dan operasinya bersifat bilatelaral, sehingga tidak
sepenuhnya mencerminkan kerja sama regional.
·
Walaupun demikian, keberadaannya bermanfaat untuk memberikan
26 Kelas XII Semester 1 dorongan pentingnya kerja sama
regional Asia Tenggara dalam pertemuan konsultatif The
Asia Union di Baguio, Filipina.
·
Pertemuan dimaksudkan agar
suara Asia lebih didengar di PBB dan mendorong kerja sama di bidang
ekonomi dan sosial antarnegara di Asia. Namun, gagasan tersebut
tidak berlanjut.
|
-
yang
-
pada
-
untuk
-
dan
-
akan tetapi
-
sehingga
-
walaupun
-
dalam
-
agar
-
namun
|
|
4.
|
IV
|
·
SEATO yang dibentuk pada
1954 merupakan kerja sama di bidang pertahanan dengan dasar
pembentukannya bercorak anti komunis.
·
Dari delapan anggotanya, hanya dua dari Asia Tenggara, yaitu
Filipina dan Thailand. Kegiatannya tidak mencerminkan kepentingan
berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga akhirnya
dibekukan pada 1977.
|
-
yang
-
pada
-
dengan
-
dari
-
yaitu
-
dan
-
sehingga
-
akhirnya
|
|
5.
|
V
|
·
KAA yang diselenggarakan di
Bandung pada 1955 mencetuskan Dasa Sila Bandung, antara lain memuat
prinsip hubungan antarnegara yang didasarkan pada
penghormatan kedaulatan dan integritas wilayah semua
negara atas dasar kesamaan, kemerdekaan, koeksistensi secara damai,
penyelesaian semua pertikaian secara damai, mendorong kerja sama
timbal-balik, serta penghormatan pada keadilan dan kewajiban
internasional.
·
Berbagai prinsip tersebut
mendorong lahirnya gerakan solidaritas Asia Afrika dan gerakan Non Blok.
KAA yang diikuti oleh 29 negara dari
kedua benua tersebut mengeluarkan Komunike bersama untuk meningkatkan
kerja sama di bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik. Walaupun
demikian, KAA tidak dimaksudkan secara khusus untuk membentuk kerja
sama regional bagi kedua benua.
|
-
yang
-
pada
-
antara lain
-
dan
-
atas
-
serta
-
oleh
-
untuk
-
walaupun
|
|
6
|
VI
|
·
Pembentukan ASA pada
1961 bertujuan memajukan kerja sama ekonomi dan kebudayaan di
antara negara anggotanya, Malaya, Filipina, dan Thailand. Kemudian,
pada 1963 dibentuk Maphilindo yang merupakan forum kerja sama
antara Malaya, Filipina, dan Indonesia. Dasar
pembentukannya berpegang pada Piagam PBB, Deklarasi
Bandung, serta persamaan ras.
·
ASA tidak dapat bertahan lama karena
Indonesia tidak ikut di dalamnya. Maphilindo lebih singkat lagi umurnya karena
sempitnya dasar kerja sama.
·
Kegagalan kedua kerja sama
tersebut juga dipengaruhi oleh adanya pertentangan dan
saling curiga di antara negara anggotanya.
|
-
pada
-
dan
-
kemudian
-
karena
-
oleh
-
juga
|
|
7.
|
VII
|
·
ASPAC yang dibentuk pada
1961 beranggotakan Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina, Australia, dan
Selandia Baru.
·
Meskipun menitikberatkan pada
kerja sama ekonomi, tetapi Bahasa Indonesia 27 dengan melihat komposisi
anggotanya terdapat kecondongan politik pada salah satu blok. Kelemahan yang
menonjol ialah keanggotaan Taiwan. Setelah terjalinnya hubungan RRC dengan
negara anggota ASPAC, maka keberadaan ASPAC berakhir.
|
-
yang
-
pada
-
tetapi
-
dengan
-
setelah
-
maka
|
|
8.
|
VII
|
·
Pada 1965 didirikan SEAMEO dengan maksud memajukan
kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui pendidikan, pengetahuan, dan
kebudayaan. Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan
Vietnam merupakan pendirinya.
·
Organisasi ini juga
memiliki Associate Members dan Affiliate Members. Markas besarnya di Bangkok dan
keanggotaannya kemudian meliputi negara ASEAN dan nonASEAN.
|
-
pada
-
dengan
-
dan
-
juga
-
kemudian
|
|
9.
|
IX
|
·
Tumbuhnya kesadaran akan
perlunya kerja sama untuk meningkatkan taraf hidup di
antara bangsa sekawasan, sekaligus meredakan rasa saling
curiga, mendorong mereka mengupayakan pengembangan kerja sama. Perkembangan
geopolitik Asia Tenggara sesudah 1965 sangat memengaruhi
usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai masalah yang
dihadapi negara di kawasan ini.
|
-
akan
-
untuk
-
sekaligus
-
sesudah
-
atas
-
yang
|
|
10.
|
X
|
·
Pada 1965 Singapura yang memisahkan diri dari
Federasi Malaysia berusaha untuk membuka hubungan dengan
negara tetangganya.
·
Di Indonesia, Pemerintahan Orde
Baru yang lahir menyusul kegagalan Gerakan 30 September 1965 yang
didalangi PKI, kemudian melakukan upaya untuk mengakhiri konfrontasi dengan
Malaysia serta mengusahakan terjalinnya hubungan yang lebih bersahabat dengan
negara tetangganya.
·
Di Filipina, Marcos yang
terpilih menjadi presiden menggantikan Macapagal mengambil kebijakan untuk
memulihkan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
|
-
pada
-
yang
-
dari
-
untuk
-
kemudian
-
dengan
|
|
11.
|
XI
|
·
Dampak positif
dari meredanya rasa
saling curiga dan konflik antara bangsa di Asia Tenggara
mendorong pembentukan organisasi kerja sama regional.
·
Pertemuan konsultatif yang
dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri
Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang
menghasilkan rancangan Joint Declaration, yang mencakup kesadaran
akan
perlunya peningkatan saling pengertian untuk hidup bertetangga
secara baik, serta kerja sama yang bermanfaat di antara negara yang
sudah terikat oleh pertalian sejarah dan kebudayaan.
·
Dalam pertemuan 8 Agustus 1967 di Bangkok, 28 Kelas XII
Semester 1 ditandatanganilah Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok oleh
Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Luar Negeri Indonesia,
Filipina, Singapura, dan Thailand yang menandai
berdirinya Association of South East Asian Nations (ASEAN) yang
berarti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
|
-
dari
-
dan
-
antara
-
ang
-
akan
-
untuk
-
serta
-
dalam
-
oleh
|
Teks 2 "ASEAN"
Mencari Konfiks
|
No.
|
Paragraf
|
Identifikasi Teks
|
Konfiks
|
Makna
|
Fungsi
|
|
1.
|
I
|
·
Sebelum terbentuknya ASEAN pada
1967, beberapa negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk
membentuk kerja sama regional di kawasan ini, seperti ASA (Association of
Southeast Asia), Maphilindo (Malaya, Philipina, Indonesia), dan SEAMEO (South
East Asian Ministers of Education Organization), maupun dengan negara di luar
kawasan ini, seperti SEATO (South East Asia Treaty Organization) dan ASPAC
(Asia and Pacific Council). Komunikasi antara negara Asia Tenggara dengan
negara di luar kawasan tersebut telah berkembang dalam ECAFE (Economic Commission
for Asia and the Far East), Colombo Plan, dan KAA (Konferensi Asia Afrika).
|
--
|
--
|
--
|
|
2.
|
II
|
·
ECAFE dibentuk pada 28 Mei 1947
yang kemudian diubah menjadi ESCAP (Economic and Social Commission for Asia
and the Pacific), yaitu badan khusus PBB yang banyak memberikan inspirasi
bagi pertumbuhan kerja sama regional di Asia Tenggara.
|
Per-an
|
Menyatakan peristiwa/hal
perbuatan/proses.
|
Membentuk
kata benda
|
|
|
|
·
Walaupun demikian,
keberadaannya bermanfaat untuk memberikan 26
Kelas XII Semester 1dorongan
pentingnya kerja sama regional Asia Tenggara dalam pertemuan konsultatif
The Asia Union di Baguio, Filipina.
·
Pertemuan dimaksudkan
agar suara Asia lebih didengar di PBB dan mendorong kerja sama di bidang
ekonomi dan sosial antarnegara di Asia.
|
Per-an
|
Menyatakan hasil perbuatan.
|
Membentuk kata benda
|
|
|
|
·
SEATO yang dibentuk pada 1954
merupakan kerja sama di bidang pertahanan dengan dasar
pembentukannya bercorak anti komunis.
|
Per-an
|
Menyatakan hasil perbuatan.
|
Membentuk
kata benda
|
|
|
|
·
KAA yang diselenggarakan di
Bandung pada 1955 mencetuskan Dasa Sila Bandung, antara lain memuat prinsip
hubungan antarnegara yang didasarkan pada penghormatan kedaulatan
dan integritas wilayah semua negara atas dasar kesamaan, kemerdekaan,
koeksistensi secara damai, penyelesaian semua pertikaian secara
damai, mendorong kerja sama timbal-balik, serta penghormatan pada
keadilan dan kewajiban internasional.
|
Peng-an
Per-an
Peng-an
|
Menyatakan hasil perbuatan..
|
Membentuk kata benda
|
|
|
|
·
Dasar pembentukannya berpegang
pada Piagam PBB, Deklarasi Bandung, serta persamaan ras. ASA
tidak dapat bertahan lama karena Indonesia tidak ikut di dalamnya.
·
Kegagalan kedua kerja sama
tersebut juga dipengaruhi oleh adanya pertentangan dan saling curiga di
antara negara anggotanya.
|
Per-an
Per-an
|
·
Menyatakan
peristiwa/hal perbuatan/proses.
·
Menyatakan
hasil perbuatan..
|
Membentuk kata benda
|
|
|
|
·
ASPAC yang dibentuk pada 1961
beranggotakan Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina, Australia, dan Selandia
Baru. Meskipun menitikberatkan pada kerja sama ekonomi, tetapi Bahasa Indonesia 27dengan melihat komposisi anggotanya
terdapat kecondongan politik pada salah satu blok. Kelemahan yang menonjol
ialah keanggotaan Taiwan. Setelah terjalinnya hubungan RRC dengan negara
anggota ASPAC, maka keberadaan ASPAC berakhir.
|
--
|
--
|
--
|
|
|
|
·
Pada 1965 didirikan SEAMEO
dengan maksud memajukan kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui
pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan.
|
Peng-an
|
Menyatakan peristiwa/hal perbuatan/proses.
|
Membentuk kata benda
|
|
|
|
·
Tumbuhnya kesadaran akan
perlunya kerja sama untuk meningkatkan taraf hidup di antara bangsa
sekawasan, sekaligus meredakan rasa saling curiga, mendorong mereka
mengupayakan pengembangan kerja sama.
·
Perkembangan geopolitik
Asia Tenggara sesudah 1965 sangat memengaruhi usaha untuk mencari pemecahan
bersama atas berbagai masalah yang dihadapi Negara di kawasan ini.
|
Peng-an
Per-an
|
Menyatakan peristiwa/hal perbuatan/proses.
|
Membentuk kata benda
|
|
|
|
·
Pada 1965 Singapura yang
memisahkan diri dari Federasi Malaysia berusaha untuk membuka hubungan dengan
negara tetangganya. Di Indonesia, Pemerintahan Orde Baru yang lahir menyusul
kegagalan Gerakan 30 September 1965 yang didalangi PKI, kemudian melakukan
upaya untuk mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia serta mengusahakan
terjalinnya hubungan yang lebih bersahabat dengan negara tetangganya. Di
Filipina, Marcos yang terpilih menjadi presiden menggantikan Macapagal
mengambil kebijakan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
|
--
|
--
|
--
|
|
|
|
·
Pertemuan konsultatif
yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia,
Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang menghasilkan rancangan Joint
Declaration, yang mencakup kesadaran akan perlunya peningkatan saling pengertian
untuk hidup bertetangga secara baik, serta kerja sama yang bermanfaat di
antara negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan kebudayaan.
·
Dalam pertemuan 8 Agustus
1967 di Bangkok, 28 Kelas XII Semester 1ditandatanganilah Deklarasi
ASEAN atau Deklarasi Bangkok oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Menteri
Luar Negeri Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang menandai
berdirinya Association of South East Asian Nations (ASEAN) yang berarti Perhimpunan
Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
|
Per-an
Pen-an
Peng-an
Per-an
Per-an
Per-an
|
·
Menyatakan
hasil perbuatan.
|
|
Mencari Kata Baku dan Kata Tidak
Baku
|
No.
|
Paragraf
|
Identifikasi
Teks
|
Kata
Baku
|
Kata
Tidak Baku
|
|
1.
|
I
|
·
Sebelum terbentuknya ASEAN pada
1967, beberapa negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk
membentuk kerja sama regional di kawasan ini, seperti ASA (Association of
Southeast Asia), Maphilindo (Malaya, Philipina, Indonesia), dan SEAMEO (South
East Asian Ministers of Education Organization), maupun dengan negara di luar
kawasan ini, seperti SEATO (South East Asia Treaty Organization) dan ASPAC
(Asia and Pacific Council).
·
Komunikasi antara negara Asia
Tenggara dengan negara di luar kawasan tersebut telah berkembang dalam ECAFE (Economic
Commission for Asia and the Far East), Colombo Plan, dan KAA (Konferensi Asia
Afrika).
|
||
|
2.
|
II
|
·
ECAFE dibentuk pada 28 Mei 1947
yang kemudian diubah menjadi ESCAP (Economic and Social Commission for Asia
and the Pacific), yaitu badan khusus PBB yang banyak memberikan inspirasi
bagi pertumbuhan kerja sama regional di Asia Tenggara.
|
||
|
3.
|
III
|
·
Colombo Plan, yang terbentuk pada
1950 dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di Asia Selatan dan
Asia Tenggara.
·
Akan tetapi, keanggotaannya tidak
berasal dari suatu kawasan tertentu dan operasinya bersifat bilatelaral,
sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kerja sama regional.
·
Walaupun demikian, keberadaannya
bermanfaat untuk memberikan 26 Kelas
XII Semester 1 dorongan pentingnya
kerja sama regional Asia Tenggara dalam pertemuan konsultatif The Asia Union
di Baguio, Filipina.
·
Pertemuan dimaksudkan agar suara
Asia lebih didengar di PBB dan mendorong kerja sama di bidang ekonomi dan
sosial antarnegara di Asia. Namun, gagasan tersebut tidak berlanjut.
|
||
|
4.
|
IV
|
·
SEATO yang dibentuk pada 1954
merupakan kerja sama di bidang pertahanan dengan dasar pembentukannya
bercorak anti komunis. Dari delapan anggotanya, hanya dua dari Asia Tenggara,
yaitu Filipina dan Thailand.
·
Kegiatannya tidak mencerminkan
kepentingan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga akhirnya
dibekukan pada 1977.
|
||
|
5.
|
V
|
·
KAA yang diselenggarakan di
Bandung pada 1955 mencetuskan Dasa Sila Bandung, antara lain memuat prinsip
hubungan antarnegara yang didasarkan pada penghormatan kedaulatan dan
integritas wilayah semua negara atas dasar kesamaan, kemerdekaan,
koeksistensi secara damai, penyelesaian semua pertikaian secara damai,
mendorong kerja sama timbal-balik, serta penghormatan pada keadilan dan
kewajiban internasional.
·
Berbagai prinsip tersebut
mendorong lahirnya gerakan solidaritas Asia Afrika dan gerakan Non Blok. KAA
yang diikuti oleh 29 negara dari kedua benua tersebut mengeluarkan Komunike
Bersama untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial budaya, dan
politik. Walaupun demikian, KAA tidak dimaksudkan secara khusus untuk membentuk
kerja sama regional bagi kedua benua.
|
||
|
6.
|
VI
|
·
Pembentukan ASA pada 1961
bertujuan memajukan kerja sama ekonomi dan kebudayaan di antara negara
anggotanya, Malaya, Filipina, dan Thailand. Kemudian, pada 1963 dibentuk
Maphilindo yang merupakan forum kerja sama antara Malaya, Filipina, dan
Indonesia. Dasar pembentukannya berpegang pada Piagam PBB, Deklarasi Bandung,
serta persamaan ras. ASA tidak dapat bertahan lama karena Indonesia tidak
ikut di dalamnya. Maphilindo lebih singkat lagi umurnya karena sempitnya
dasar kerja sama.
·
Kegagalan kedua kerja sama
tersebut juga dipengaruhi oleh adanya pertentangan dan saling curiga di
antara negara anggotanya.
|
||
|
7.
|
VII
|
·
ASPAC yang dibentuk pada 1961
beranggotakan Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina, Australia, dan Selandia
Baru.
·
Meskipun menitikberatkan pada
kerja sama ekonomi, tetapi Bahasa Indonesia
27 dengan melihat komposisi anggotanya terdapat kecondongan politik
pada salah satu blok.
·
Kelemahan yang menonjol ialah
keanggotaan Taiwan. Setelah terjalinnya hubungan RRC dengan negara anggota
ASPAC, maka keberadaan ASPAC berakhir.
|
||
|
8.
|
VIII
|
·
Pada 1965 didirikan SEAMEO dengan
maksud memajukan kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui pendidikan,
pengetahuan, dan kebudayaan. Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura,
Thailand, dan Vietnam merupakan pendirinya.
·
Organisasi ini juga memiliki
Associate Members dan Affiliate
Members. Markas besarnya di Bangkok dan keanggotaannya kemudian
meliputi negara ASEAN dan nonASEAN.
|
||
|
9.
|
IX
|
·
Tumbuhnya kesadaran akan perlunya
kerja sama untuk meningkatkan taraf hidup di antara bangsa sekawasan,
sekaligus meredakan rasa saling curiga, mendorong mereka mengupayakan
pengembangan kerja sama. Perkembangan geopolitik Asia Tenggara sesudah 1965
sangat memengaruhi usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai
masalah yang dihadapi negara di kawasan ini.
|
||
|
10.
|
X
|
·
Pada 1965 Singapura yang
memisahkan diri dari Federasi Malaysia berusaha untuk membuka hubungan dengan
negara tetangganya.
·
Di Indonesia, Pemerintahan Orde
Baru yang lahir menyusul kegagalan Gerakan 30 September 1965 yang didalangi
PKI, kemudian melakukan upaya untuk mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia
serta mengusahakan terjalinnya hubungan yang lebih bersahabat dengan negara
tetangganya. Di Filipina, Marcos yang terpilih menjadi presiden menggantikan
Macapagal mengambil kebijakan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan
Malaysia.
|
||
|
11.
|
XI
|
·
Dampak positif
dari meredanya rasa
saling curiga dan konflik antara bangsa di Asia Tenggara
mendorong pembentukan organisasi kerja sama regional.
·
Pertemuan konsultatif yang
dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia,
Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang menghasilkan rancangan Joint
Declaration, yang mencakup kesadaran akan perlunya peningkatan saling
pengertian untuk hidup bertetangga secara baik, serta kerja sama yang
bermanfaat di antara negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan
kebudayaan.
·
Dalam pertemuan 8 Agustus 1967 di
Bangkok, 28 Kelas XII Semester
ditandatanganilah Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok oleh Wakil
Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Filipina,
Singapura, dan Thailand yang menandai berdirinya Association of South East
Asian Nations (ASEAN) yang berarti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
|
RANGKUMAN TEKS 2 “
PEMBENTUKAN ASEAN”
Sebelum terbentuknya ASEAN pada 1967, beberapa
negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk membentuk kerja
sama regional di kawasan ini, Pertama, ECAFE dibentuk pada 28 Mei 1947 yang
kemudian diubah menjadi ESCAP (Economic and Social Commission for Asia and the
Pacific), yaitu badan khusus PBB yang banyak memberikan inspirasi bagi
pertumbuhan kerja sama regional di Asia Tenggara. Kemudian, Colombo Plan, yang terbentuk pada 1950 dimaksudkan untuk meningkatkan
kerja sama ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Setelah itu, SEATO yang
dibentuk pada 1954 merupakan kerja sama di bidang pertahanan dengan dasar
pembentukannya bercorak anti komunis. KAA yang diselenggarakan di Bandung pada
1955 mencetuskan Dasa Sila Bandung, KAA yang diikuti oleh 29 negara dari kedua
benua tersebut mengeluarkan Komunike Bersama untuk meningkatkan kerja sama di
bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik. Pembentukan ASA pada 1961 bertujuan
memajukan kerja sama ekonomi dan kebudayaan di antara negara anggotanya, Malaya,
Filipina, dan Thailand. Kemudian, pada 1963 dibentuk Maphilindo yang merupakan
forum kerja sama antara Malaya, Filipina, dan Indonesia. Tak lama kemudian ASPAC
dibentuk pada 1961 beranggotakan Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina,
Australia, dan Selandia Baru. Pada 1965 didirikan SEAMEO dengan maksud
memajukan kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui pendidikan, pengetahuan,
dan kebudayaan. Perkembangan geopolitik Asia Tenggara sesudah 1965 sangat memengaruhi
usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai masalah yang dihadapi
negara di kawasan ini. Pada 1965 Singapura yang memisahkan diri dari Federasi Malaysia
berusaha untuk membuka hubungan dengan negara tetangganya. Dampak positif dari
meredanya rasa saling curiga dan konflik antara bangsa di Asia Tenggara
mendorong pembentukan organisasi kerja sama regional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar