ULANGAN HARIAN
BAHASA INDONESIA
Nama :
Ananda Hidayatul Farida
Kelas :
XII MM-1
No.abs
: 06
Teks “FILM KARTUN”
-
Identifikasi
Teks
|
Paragraph
|
Informasi Teks
|
|
Sebelum film
kartun dikenal, yang ada hanyalah kartun. Kata kartun berasal dari bahasa Inggris
cartoon atau dalam bahasa Italia,cartone yang berarti kertas tebal. Awalnya
kartun mengacu pada pengertian gambar rencana, dalam seni murni kartun
merupakan gambaran kasar atau sketsa awal dalam kanvas besar atau pada hiasan
dinding pada bangunan arsitektural seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto
dalam Indarto, 1999:13). Bukti arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau
karikatur sudah ditemukan pada dinding-dinding dan jambangan bunga pada jaman
Mesir kuno dan Yunani Kuno (Intisari, Januari 1992).
|
1.
Peristiwa yang diidentifikasi adalah Film
Kartun
2.
Peristiwa tersebut terjadi pada Januari 1992
3.
Peristiwa ini berawal kartun mengacu pada pengertian
gambar rencana, dalam seni murni kartun merupakan gambaran kasar atau sketsa
awal dalam kanvas besar atau pada hiasan dinding pada bangunan arsitektural
seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto dalam Indarto, 1999:13).
|
|
Masa
Renaissance yakni pada abad ke-16,
Michaelangelo buo narotti memakai kartun dalam mengerjakan karyafresco
tentang kisah penciptaan manusia yang sangat terkenal dan sampai sekarang
dapat dilihat di Kapel Sistine. (Marianto dalam Indarto, 1999:13). Leonardo
da Vinci dalam karyanya yang berjudul The Virgin and Child with St. Anne and
St. John the Baptist, adalah sebuah kartun yang dibuat oleh Leonardo da Vinci
dalam makna yang asli. Sebuah kartun dengan ukuran penuh yang digambar di
atas kertas sebagai studi untuk proses lebih lanjut sebauh karya seni,
seperti lukisan atau permadani. Koleksi kartun kelas dunia karya Peter Paul
Rubens untuk sebuah permadani yang besar sebuah koleksi dari John and Mable
Ringling dapat disaksikan dalam Museum of Art di Sarasota, Florida.
|
1.
Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah Michaelangelo
buo narotti
2.
Periatiwa ini terjadi pada Abad ke-16
3.
Peristiwa ini terjadi di Museum of Art di Sarasota,
Florida.
4.
|
|
Bapak kartun modern adalah
seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier (1830-1870). Beliau
mengkartunkan para pemimpin perancis untuk koran dan majalah Perancis, bahkan
sempat dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikatur Raja Louis Philippe
(Intisari, Januari 1992).
|
1.
Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah Honore
Daumier
2.
kapan peristiwa itu terjadi 1830-1870,
1832, Januari 199
3.
Peristiwa itu tejadi di Perancis
|
|
Tahun 1843 merupakan masa di mana
kehadiran kartun mulai diperhitungkan keberadaannya, pada tahun tersebut
diadakan sebuah pameran besar dan kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran
Albert, suami Ratu Victoria dari Inggris.
|
1.
Peristiwa itu terjadi pada 1843
2.
pelaku dalam peristiwa tersebut Pangeran
Albert, suami Ratu Victoria
3.
peristiwa tersebut terjasi di Inggris
|
|
Kartun yang berjudul Substance
and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang disiapkan untuk
pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan kemudian dibuat
pengertian modern dari kata “kartun” dalam media cetak modern, ilustrasi
kartun biasanya bertujuan humor. Fresco sendiri adalah seni menggambar di
kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau
mitos pada masyarakat Eropa. Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843 ketika
majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu
halamannya, terutama sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah
kartun dilihat padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli
untuk gambar yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan
judul baru “cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang bersifat ironis, dengan
referensi pada sikap memperkaya diri dari para politisi barat.
|
1.
Peristiwa tersebut terjadi di New Palace of Westminster
2.
Peristiwa tersebut terjadi pada 1843
3.
Pelaku periatiwa tersebut adalah John
Leech
4.
|
|
Tahun 1900 kartunis editorial,
Sir David Law dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel Blimp”,
yakni sosok militer tua yang reaksioner. Low memulai karier sebagai kartunis
pada tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke Inggris. Terkait dengan
perkembangan kartun secara kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa
popularitas buku-buku komik, sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang
dunia II) merupakan masa popularitas komik-komik humor.
|
1.
Peristiwa tersebut terjadi pada 1900,
1914,
1919, 1930-1940, 1935-1945
2.
Pelaku peristiwa tersebut adalah Sir
David Law
3.
Peristiwa tersebut terjasi di Selandia Baru
|
|
Teknis masa lalu dalam
menerbitkan kartun (sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah
dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas blok kotak
kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir lantas
mengukirnya sesuai garis coretan. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih
24 jam. Semakin berkembangnya teknik cetak proses pembuatan kartun menjadi
lebih efektif dan efisien terlebih lagi setelah berkembangnya teknik digital.
|
1.
Peristiwa ini
berawal dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas blok
kotak kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir
lantas mengukirnya sesuai garis coretan.
|
|
Seiring dengan kemajuan jaman
para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan
film kartun. Awal munculnya film kartun sebagai gambar kartun yang bergerak
dipelopori oleh gambar kartun dengan bentuk kuda yang merupakan hasil olahan
dari foto yang di buat oleh Edweard Muybridge pada abad ke-19. Gambar yang
sederhana berada di antara komik strip dan awal film animasi. ‘Kartun’
merujuk pada animasi, dimana istilah ini menjadi sesuatu yang umum pada
perkembangan selanjutnya.
|
1.
Peristiwa ini berawal dipelopori oleh gambar kartun
dengan bentuk kuda yang merupakan hasil olahan dari foto yang di buat oleh
Edweard Muybridge pada abad ke-19.
2.
Peristiwa ini terjadi pada abad ke-19
3.
Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah Edweard
Muybridge
|
|
Film kartun dapat di saksikan
pada layar televisi atau di bioskop dan dibuat dengan menampilkan gambar
ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak. Kata kartun (cartoon)
biasanya dipersingkat menjadi toon, hal ini dipopulerkan dengan film yang
dibintangi oleh Rogger Rabbit. Film kartun kebanyakan menjadi program
konsumsi anak-anak yang memuat cerita fabel , manusia super, petualangan dan
jenis tema film kartun yang lain.
|
1.
Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah
Rogger Rabbit
2.
Peristiwa ini berawal Kata kartun (cartoon) biasanya
dipersingkat menjadi toon, hal ini dipopulerkan dengan film yang dibintangi
oleh Rogger Rabbit
|
-
Mencari
Konjungsi Dari Teks
|
No
|
Paragraf
|
Kalimat
|
Konjungsi
|
|
1
|
I
|
Sebelum
film kartun dikenal, yang ada
hanyalah kartun. Kata kartun berasal dari
bahasa Inggris cartoon atau dalam
bahasa Italia,cartone yang berarti
kertas tebal. Awalnya kartun mengacu pada
pengertian gambar rencana, dalam
seni murni kartun merupakan gambaran kasar atau sketsa awal dalam
kanvas besar atau pada hiasan
dinding pada bangunan arsitektural seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto
dalam Indarto, 1999:13). Bukti arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau karikatur sudah ditemukan pada dinding-dinding dan
jambangan bunga pada jaman Mesir
kuno dan Yunani Kuno (Intisari,
Januari 1992).
|
-
Yang
-
Dari
-
Atau
-
Pada
-
Dan
-
Telah
|
|
2
|
II
|
Masa
Renaissance yakni pada abad
ke-16, Michaelangelo buo narotti
memakai kartun dalam mengerjakan
karyafresco tentang kisah penciptaan manusia yang sangat terkenal dan
sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine. (Marianto dalam Indarto,
1999:13). Leonardo da Vinci dalam karyanya yang berjudul The Virgin and Child
with St. Anne and St. John the Baptist, adalah sebuah kartun yang dibuat oleh Leonardo da Vinci dalam makna yang asli. Sebuah kartun dengan ukuran penuh yang digambar di atas kertas sebagai studi untuk proses lebih
lanjut sebauh karya seni, seperti lukisan atau permadani. Koleksi kartun kelas dunia karya Peter Paul
Rubens untuk sebuah permadani yang besar sebuah koleksi dari John and Mable Ringling dapat
disaksikan dalam Museum of Art di Sarasota, Florida.
|
-
Pada
-
Dalam
-
Dan
-
Oleh
-
Untuk
-
Dari
|
|
3
|
III
|
Bapak
kartun modern adalah seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier (1830-1870). Beliau mengkartunkan
para pemimpin perancis untuk koran
dan majalah Perancis, bahkan
sempat dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikatur Raja Louis
Philippe (Intisari, Januari 1992).
|
-
Dari
-
Untuk
-
Dan
-
Pada
-
Karena
|
|
4
|
IV
|
Tahun
1843 merupakan masa di mana kehadiran kartun mulai diperhitungkan
keberadaannya, pada tahun tersebut
diadakan sebuah pameran besar dan
kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran Albert, suami Ratu
Victoria dari Inggris.
|
-
Pada
-
Dan
-
Yang
-
Oleh
-
Dari
|
|
5
|
V
|
Kartun
yang berjudul Substance and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang disiapkan untuk pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan kemudian dibuat pengertian modern
dari kata “kartun” dalam media
cetak modern, ilustrasi kartun biasanya bertujuan humor. Fresco sendiri
adalah seni menggambar di kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau mitos pada masyarakat Eropa. Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843
ketika majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu halamannya, terutama
sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah kartun dilihat
padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli untuk gambar
yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan judul baru
“cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang
bersifat ironis, dengan referensi pada
sikap memperkaya diri dari para
politisi barat.
|
-
Yang
-
Untuk
-
Dan
-
Dari
-
Atau
-
Dalam
|
|
6
|
VI
|
Tahun 1900 kartunis editorial, Sir David Law dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel Blimp”, yakni
sosok militer tua yang reaksioner.
Low memulai karier sebagai kartunis pada
tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke Inggris. Terkait dengan perkembangan kartun secara
kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa popularitas buku-buku komik,
sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang dunia II) merupakan masa
popularitas komik-komik humor. |
-
Dari
-
Pada
-
Yang
-
Dengan
|
|
7
|
VII
|
Teknis
masa lalu dalam menerbitkan kartun
(sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas
blok kotak kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau
pena, pengukir lantas mengukirnya sesuai garis coretan. Proses ini
membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam. Semakin berkembangnya teknik cetak
proses pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan efisien terlebih lagi
setelah berkembangnya teknik digital.
|
-
Dalam
-
Dengan
-
Atau
|
|
8
|
VIII
|
Seiring
dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan film
kartun. Awal munculnya film kartun sebagai gambar kartun yang bergerak dipelopori oleh
gambar kartun dengan bentuk kuda yang merupakan hasil olahan dari foto
yang di buat oleh Edweard Muybridge pada abad ke-19. Gambar yang sederhana berada di antara komik
strip dan awal film animasi. ‘Kartun’ merujuk pada animasi, dimana istilah ini menjadi sesuatu yang umum pada perkembangan selanjutnya.
|
-
Yang
-
Oleh
-
Dengan
-
Pada
|
|
9
|
IX
|
Film
kartun dapat di saksikan pada layar
televisi atau di bioskop dan
dibuat dengan menampilkan gambar ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak. Kata kartun (cartoon)
biasanya dipersingkat menjadi toon, hal ini dipopulerkan dengan film yang
dibintangi oleh Rogger Rabbit.
Film kartun kebanyakan menjadi program konsumsi anak-anak yang memuat cerita fabel , manusia super,
petualangan dan jenis tema film
kartun yang lain.
|
-
Pada
-
Atau
-
Yang
-
Oleh
-
Dan
|
-
Mencari Konfiks
Dalam Teks
|
No
|
Paragraph
|
Kalimat
|
Konfiks
|
Makna
|
Fungsi
|
|
1
|
I
|
Sebelum
film kartun dikenal, yang ada hanyalah kartun. Kata kartun berasal dari
bahasa Inggris cartoon atau dalam bahasa Italia,cartone yang berarti kertas
tebal. Awalnya kartun mengacu pada pengertian
gambar rencana, dalam seni murni kartun merupakan gambaran kasar atau sketsa
awal dalam kanvas besar atau pada hiasan dinding pada bangunan arsitektural
seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto dalam Indarto, 1999:13). Bukti
arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau karikatur sudah ditemukan pada
dinding-dinding dan jambangan bunga pada jaman Mesir kuno dan Yunani Kuno
(Intisari, Januari 1992).
|
Peng-an
|
Menyatakan penjelasan
|
Membentuk kata kerja
|
|
2
|
II
|
Masa
Renaissance yakni pada abad ke-16,
Michaelangelo buo narotti memakai kartun dalam mengerjakan karyafresco
tentang kisah penciptaan manusia
yang sangat terkenal dan sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine.
(Marianto dalam Indarto, 1999:13). Leonardo da Vinci dalam karyanya yang
berjudul The Virgin and Child with St. Anne and St. John the Baptist, adalah
sebuah kartun yang dibuat oleh Leonardo da Vinci dalam makna yang asli.
Sebuah kartun dengan ukuran penuh yang digambar di atas kertas sebagai studi
untuk proses lebih lanjut sebauh karya seni, seperti lukisan atau permadani.
Koleksi kartun kelas dunia karya Peter Paul Rubens untuk sebuah permadani
yang besar sebuah koleksi dari John and Mable Ringling dapat disaksikan dalam
Museum of Art di Sarasota, Florida.
|
Pen-an
|
Menyatakan hal pekerjaan
|
Membentuk kata kerja
|
|
3
|
III
|
Bapak
kartun modern adalah seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier
(1830-1870). Beliau mengkartunkan para pemimpin perancis untuk koran dan
majalah Perancis, bahkan sempat dipenjara pada tahun 1832 karena
mengkarikatur Raja Louis Philippe (Intisari, Januari 1992).
|
|
|
|
|
4
|
IV
|
Tahun
1843 merupakan masa di mana kehadiran kartun mulai diperhitungkan
keberadaannya, pada tahun tersebut diadakan sebuah pameran besar dan
kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria dari
Inggris.
|
|
|
|
|
5
|
V
|
Kartun
yang berjudul Substance and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang
disiapkan untuk pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan
kemudian dibuat pengertian modern
dari kata “kartun” dalam media cetak modern, ilustrasi kartun biasanya
bertujuan humor. Fresco sendiri adalah seni menggambar di kaca dengan
warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau mitos pada
masyarakat Eropa. Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843 ketika
majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu
halamannya, terutama sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah
kartun dilihat padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli
untuk gambar yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan
judul baru “cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang bersifat ironis, dengan
referensi pada sikap memperkaya diri dari para politisi barat.
|
-
Peng-an
|
Menyatakan penjelasan
|
Membentuk kata kerja
|
|
6
|
VI
|
Tahun 1900
kartunis editorial, Sir David Law dari Selandia Baru membuat karakter pada
diri “Kolonel Blimp”, yakni sosok militer tua yang reaksioner. Low memulai
karier sebagai kartunis pada tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke
Inggris. Terkait dengan perkembangan kartun
secara kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa popularitas buku-buku komik,
sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang dunia II) merupakan masa
popularitas komik-komik humor.
|
-
Per-an
|
Menyatakan proses
|
Membentuki kata kerja
|
|
7
|
VII
|
Teknis
masa lalu dalam menerbitkan kartun (sebelum berkembangnya cetak dan separasi
warna) adalah dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas
blok kotak kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena,
pengukir lantas mengukirnya sesuai garis coretan. Proses ini membutuhkan
waktu kurang lebih 24 jam. Semakin berkembangnya teknik cetak proses
pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan efisien terlebih lagi setelah
berkembangnya teknik digital.
|
|
|
|
|
8
|
VIII
|
Seiring
dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun, yang
kemudian memunculkan film kartun. Awal munculnya film kartun sebagai gambar
kartun yang bergerak dipelopori oleh gambar kartun dengan bentuk kuda yang
merupakan hasil olahan dari foto yang di buat oleh Edweard Muybridge pada
abad ke-19. Gambar yang sederhana berada di antara komik strip dan awal film
animasi. ‘Kartun’ merujuk pada animasi, dimana istilah ini menjadi sesuatu
yang umum pada perkembangan
selanjutnya.
|
-
Per-an
|
Menyatakan proses
|
Membentuk kata kerja
|
|
9
|
IX
|
Film
kartun dapat di saksikan pada layar televisi atau di bioskop dan dibuat
dengan menampilkan gambar ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak.
Kata kartun (cartoon) biasanya dipersingkat menjadi toon, hal ini
dipopulerkan dengan film yang dibintangi oleh Rogger Rabbit. Film kartun
kebanyakan menjadi program konsumsi anak-anak yang memuat cerita fabel ,
manusia super, petualangan dan jenis tema film kartun yang lain.
|
|
|
|
-
Mencari Kata
Baku Dan Tidak Baku Dalam Teks
|
No
|
Paragraph
|
kalimat
|
Kata Tidak Baku
|
Kata Baku
|
|
1
|
I
|
Sebelum film kartun dikenal, yang
ada hanyalah kartun. Kata kartun berasal dari bahasa Inggris cartoon atau
dalam bahasa Italia,cartone yang berarti kertas tebal. Awalnya kartun mengacu
pada pengertian gambar rencana, dalam seni murni kartun merupakan gambaran
kasar atau sketsa awal dalam kanvas besar atau pada hiasan dinding pada
bangunan arsitektural seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto dalam
Indarto, 1999:13). Bukti arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau
karikatur sudah ditemukan pada dinding-dinding dan jambangan bunga pada jaman
Mesir kuno dan Yunani Kuno (Intisari, Januari 1992).
|
|
|
|
2
|
II
|
Masa Renaissance yakni pada abad ke-16, Michaelangelo buo narotti memakai kartun
dalam mengerjakan karyafresco tentang kisah penciptaan manusia yang sangat
terkenal dan sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine. (Marianto dalam
Indarto, 1999:13). Leonardo da Vinci dalam karyanya yang berjudul The Virgin
and Child with St. Anne and St. John the Baptist, adalah sebuah kartun yang
dibuat oleh Leonardo da Vinci dalam makna yang asli. Sebuah kartun dengan
ukuran penuh yang digambar di atas kertas sebagai studi untuk proses lebih
lanjut sebauh karya seni, seperti lukisan atau permadani. Koleksi kartun
kelas dunia karya Peter Paul Rubens untuk sebuah permadani yang besar sebuah
koleksi dari John and Mable Ringling dapat disaksikan dalam Museum of Art di
Sarasota, Florida.
|
|
|
|
3
|
III
|
Bapak kartun modern adalah seniman
yang berasal dari Perancis, Honore Daumier (1830-1870). Beliau mengkartunkan
para pemimpin perancis untuk koran dan majalah Perancis, bahkan sempat
dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikatur Raja Louis Philippe (Intisari,
Januari 1992).
|
|
|
|
4
|
IV
|
Tahun 1843 merupakan masa di mana
kehadiran kartun mulai diperhitungkan keberadaannya, pada tahun tersebut
diadakan sebuah pameran besar dan kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran
Albert, suami Ratu Victoria dari Inggris.
|
|
|
|
5
|
V
|
Kartun yang berjudul Substance
and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang disiapkan untuk
pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan kemudian dibuat
pengertian modern dari kata “kartun” dalam media cetak modern, ilustrasi
kartun biasanya bertujuan humor. Fresco sendiri adalah seni menggambar di
kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau
mitos pada masyarakat Eropa. Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843 ketika
majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu
halamannya, terutama sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah
kartun dilihat padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli
untuk gambar yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan
judul baru “cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang bersifat ironis, dengan
referensi pada sikap memperkaya diri dari para politisi barat.
|
|
|
|
6
|
VI
|
Tahun 1900 kartunis editorial,
Sir David Law dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel Blimp”,
yakni sosok militer tua yang reaksioner. Low memulai karier sebagai kartunis
pada tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke Inggris. Terkait dengan
perkembangan kartun secara kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa
popularitas buku-buku komik, sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang
dunia II) merupakan masa popularitas komik-komik humor.
|
|
|
|
7
|
VII
|
Teknis masa lalu dalam menerbitkan kartun
(sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah dengan cara manual
dimana kartunis langsung menggambar di atas blok kotak kayu4, setelah
gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir lantas mengukirnya sesuai
garis coretan. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam. Semakin
berkembangnya teknik cetak proses pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan
efisien terlebih lagi setelah berkembangnya teknik digital.
|
Teknis
|
Teknik
|
|
8
|
VIII
|
Seiring dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan
inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan film kartun. Awal
munculnya film kartun sebagai gambar kartun yang bergerak dipelopori oleh
gambar kartun dengan bentuk kuda yang merupakan hasil olahan dari foto yang
di buat oleh Edweard Muybridge pada abad ke-19. Gambar yang sederhana berada
di antara komik strip dan awal film animasi. ‘Kartun’ merujuk pada animasi,
dimana istilah ini menjadi sesuatu yang umum pada perkembangan selanjutnya.
|
jaman
|
Zaman
|
|
9
|
IX
|
Film kartun dapat di saksikan
pada layar televisi atau di bioskop dan dibuat dengan menampilkan gambar
ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak. Kata kartun (cartoon)
biasanya dipersingkat menjadi toon, hal ini dipopulerkan dengan film yang
dibintangi oleh Rogger Rabbit. Film kartun kebanyakan menjadi program
konsumsi anak-anak yang memuat cerita fabel , manusia super, petualangan dan
jenis tema film kartun yang lain.
|
|
|
-
Abstraksi Teks “FILM
KARTUN”
Kata kartun
berasal dari bahasa Inggris cartoon atau dalam bahasa Italia,cartone yang
berarti kertas tebal. Masa Renaissance yakni pada abad ke-16, Michaelangelo buo narotti memakai kartun
dalam mengerjakan karyafresco tentang kisah penciptaan manusia yang sangat
terkenal dan sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine. Bapak kartun
modern adalah seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier (1830-1870). Pada Tahun 1843 merupakan masa di mana kehadiran kartun mulai diperhitungkan
keberadaannya, Pada tahun tersebut diadakan sebuah pameran besar dan kompetisi kartun
yang digagas oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria dari Inggris. Kartun yang
berjudul Substance and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang
disiapkan untuk pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan
kemudian dibuat pengertian modern dari kata “kartun” dalam media cetak modern,
ilustrasi kartun biasanya bertujuan humor. Tahun 1900 kartunis
editorial, Sir David Law dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel
Blimp”, yakni sosok militer tua yang reaksioner. Teknis masa lalu dalam
menerbitkan kartun (sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah
dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas blok kotak
kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir lantas
mengukirnya sesuai garis coretan. Seiring dengan kemajuan jaman para kartunis
mengadakan inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan film kartun. Film
kartun dapat di saksikan pada layar televisi atau di bioskop dan dibuat dengan
menampilkan gambar ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar